kesehatan

HATI-HATI! DEMAM PADA ANAK DAPAT MEMICU KEJANG DEMAM

 

 Salah satu penyakit pada anak yang paling ditakutkan oleh orang tua adalah kejang. Pada anak, bentuk kejang yang paling sering terjadi adalah kejang demam dan epilepsi. Kejang demam atau yang lebih dikenal dengan step (mungkin berasal dari bahasa inggris = stiff), sesuai dengan namanya adalah kejang yang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh (demam). Namun demam yang dimaksud adalah demam yang diakibatkan oleh infeksi selain infeksi sistem saraf pusat, seperti infeksi sistem pernafasan, telinga atau saluran kemih.


PADA ANAK USIA BERAPAKAH KEJANG DEMAM DAPAT TERJADI?

Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Pada anak usia< 6 bulan dan > 5 tahun biasanya kejang terjadi akibat infeksi sistem saraf pusat atau epilepsi. Tidak termasuk kejang demam jika anak sebelumnya pernah kejang tanpa demam.

Tipe kejang demam

Karena frekuensi atau lama kejang dan jenis kejang pada setiap anak tidak sama, maka kejang demam dibagi menjadi 2 tipe untuk kepentingan tatalaksana lebih lanjut dan prognosis. Tipe kejang demam yaitu:

  1. Kejang demam kompleks (complex febrile seizure) / KDK

§   Lama kejang > 15 menit

§   Kejang terjadi hanya pada sebagian tubuh, atau kejang yang terjadi pada seluruh tubuh namun didahului kejang sebagian tubuh

§   Kejang yang terjadi ≥2x dalam 24 jam

  1. Kejang demam sederhana (simple febrile seizure) / KDS

§   Kejang demam yang tidak memenuhi kriteria kejang demam kompleks

 

MENGAPA BISA TERJADI KEJANG?

Pada kejang demam, proses kejang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh (demam). Demam sebenarnya adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh dimana jika terdapat infeksi, maka tubuh akan menyesuaikan diri meningkatkan suhu tubuh untuk melawan infeksi tersebut. Namun ada kalanya suhu tubuh yang tinggi ini pada beberapa anak akan menyebabkan ketidakseimbangan pelepasan muatan listrik di otak sehingga timbullah kejang.

 

BAGAIMANAKAH MENGENALI KEJANG PADA ANAK?

Kejang demam dapat terjadi selama hitungan detik hingga menit dan memiliki berbagai gejala. Kejang dapat terjadi pada seluruh tubuh atau hanya pada sebagian anggota gerak saja (tangan saja atau kaki saja). Saat kejang, anak akan mengalami berbagai macam gejala seperti dibawah ini, namun mungkin hanya sebagian gejala saja/tidak semua gejala akan muncul. Gejala kejang yang dapat muncul pada anak diantaranya:

  • Hilang kesadaran/ tidak dapat dibangunkan/ tidak dapat diajak berkomunikasi
  • Tangan dan kaki kaku atau tersentak-sentak dengan gerakan yang berirama (kelojotan)
  • Mata berputar-putar, sehingga hanya putih mata yang terlihat
  • Sulit bernapas
  • Busa di mulut
  • Mulut terkatup rapat
  • Lidah tergigit
  • Wajah dan kulit menjadi pucat atau kebiruan
  • Mengompol, atau BAB

MENGAPA PENTING MENGENALI GEJALA KEJANG PADA ANAK?

Selain mengenali gejala kejang seperti yang tersebut diatas kita juga harus dapat memperkirakan lama kejang pada anak. Mengetahui lama terjadinya kejang dan gejala kejang pada anak, penting bagi orangtua untuk kemudian menginformasikannya pada dokter untuk mengetahui tipe kejang demam yang terjadi pada anak. Karena pada kejang demam sederhana biasanya tidak terjadi kerusakan sistem saraf pusat dan risiko terjadinya kejang berulang kecil, sedangkan pada kejang demam kompleks, yang biasanya terjadi kerusakan Pada sistem saraf pusat memungkinkan untuk berulangnya kejadian kejang demam dan meningkatkan risiko terjadinya epilepsi di kemudian hari. Kejang demam kompleks juga menjadi salah satu pertimbangan untuk pemberian obat antikejangmaintainance/rumatan sebagai pencegahan berulangnya kejadian kejang.

Bagaimana pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat anak mengalami kejang demam?

  1. Letakkan anak ditempat yang aman dan pada permukaan yang rata dan tidak di tempat yang tinggi, misalnya di lantai atau kasur. Pindahkan semua benda yang mungkin berbahaya atau dapat menimbulkan luka dari sekitar anak.
  2. Jika memungkinkan, miringkan anak sehingga cairan atau air liur yang berbusa dapat mengalir keluar.
  3. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak, misalnya jari tangan, sendok, atau kayu yang dulu biasa dilakukan untuk mencegah tergigitnya lidah, karena justru benda-benda ini dapat patah atau menyebabkan gigi anak patah sehingga dapat mengganggu jalan nafas.
  4. Jika memungkinkan, kendurkan pakaian anak yang dirasa ketatuntuk memudahkan pernafasan.
  5. Jangan mengguncang-guncang atau berusaha membangunkan anak atau menahan tubuh anak yang kejang. Biarkan gerakan kejang berlangsung apa adanya.
  6. Sambil melakukan hal-hal diatas, upayakan meminta bantuan.
  7. Segera bawa anak ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit terdekat.
  8. Catat lamanya kejang dan bagaimana gejala/apa yang dialami anak selama kejang. Catatan ini penting bagi dokter atau praktisi medis untuk menilai kejang demam anak.

 

Bagaimana penanganan lebih lanjut untuk anak kejang demam?

Setelah segera membawa anak dengan kejang demam ke dokter, maka dokter akan melakukan penilaian pada anak anda tipe kejang demam apa yang terjadi. Apabila tipenya KDS, maka anak dapat diperbolehkan pulang setelah diberi obat antikejang, obat turun panas dan obat untuk sumber infeksi, serta dapat dibekali obat antikejang (diazepam) untuk pencegahan berulangnya kejang. Obat antikejang ini dapat diberikan secara oral (diminum) selama kurang lebih 3 hari atau secara rektal (dimasukkan lewat anus) jika kejang berulang kembali. Apabila tipe kejang demam adalah KDK maka mungkin dokter akan meminta beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dari kejang demam tersebut diantaranya pemeriksaan darah, EEG (rekam gelombang otak), pungsi lumbal, dll. Namun pemeriksaan-pemeriksaan ini hanya dilakukan atas indikasi. Pada KDK juga biasanya akan diberikan pengobatan maintenance/rumatan untuk mencegah berulangnya kejang seperti phenobarbital atau asam valproat.

 

Bagaimana mencegah terjadinya kejang demam?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses kejang pada kejang demam terjadi karena peningkatan suhu tubuh (demam) yang disebabkan oleh infeksi selain infeksi sistem saraf pusat. Adapun tanda dan gejala dari infeksi yang dimaksud adalah adanya demam dengan disertai:

  • Infeksi saluran nafas: batuk, pilek beringus, nafas menjadi sulit, anak mengeluarkan suara seperti mengorok, anak terlihat sesak
  • Infeksi telinga: anak menjadi rewel, keluar cairan dari telinga, dapat disertai batuk pilek
  • Infeksi saluran kemih: anak menjadi rewel, terutama saat berkemih
  • Infeksi saluran pencernaan: mencret

Penting untuk selalu memantau anak, tanda-tanda infeksi di atas, terutama demam. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya kejang demam maka:

  • Segera beri obat turun panas kepada anak apabila anda merasa anak anda terkena demam terutama jika demam tinggi, karena proses terjadinya kejang setelah demam tinggi sangat cepat. Oleh sebab itu, jangan remehkan demam. Selalu sedia obat turun panas di rumah anda. Jenis penurun panas yang paling aman adalah paracetamol. Selain pemberian obat turun panas, hal lain yang dapat dilakukan untuk menurunkan panas diantaranya tempatkan anak dalam ruangan bersuhu normal, pakaikan pakaian yang tidak tebal, berikan minuman yang banyak karena kebutuhan air meningkat dan berikan kompres air suhu kamar.
  • Segera periksakan anak anda ke dokter untuk mengetahui penyebab demam atau jika anak mengalami salah satu tanda dan gejala infeksi di atas untuk penanganan lebih lanjut, sehingga sumber demam dapat diketahui dan dapat segera diobati untuk mencegah terjadinya kejang demam.

by : dr. Sri Dewi (Poliklinik IPDN Jatinangor)
Comments